karena, tiap detik ini adalah sebuah Anugerah…

16 03 2009

alhamdulillah mata ini masih berkedip untuk selalu dapat melihat,hela nafas panjangpun masih dapat aku tarik…rasa syukur atas setiap desir anging setiap degup jantung setiap tetes hujan yang turun gemercik  di atap genting kontrakanku yang kecil di kedoya, rasa syukur ini ya Allah yang membuat aku selalu bertahan. jangan Kau cabut rasa syukur dari hatiku ini ya Allah.

kasih-dan-cinta-lillahi-taala1calm down, deep breath…
deru gemuruh ini semakin membawaku ke lamunan, ketika aroma basah tanah dan hijau deaunan dari pohon jambu didepan gemrisik terbawa angin sampai ketelinga

sebuah awal yang tampak mencuri kepiluan dahaga hati,tak ada seorangpun mengusik kebahagiaan hati namun,tak sehelai daunpun dapat tetap hijau dan terus bertengger dalam kokohnya sang ranting kala sang alam memanggil…
musim akan datang dan daun itupun akan berguguran dan dikala musim yang lain datang, daun itupun akan tumbuh kembali, akan kering,pasti…akan jatuh, pasti…
memang bagian itu sedang dijalani dan akan selalu dilalui, disaat aku mulai memandang hijau daun yang menyanyi dan melambai indah menyapaku, kembali sang alam menghempaskannya dengan desiran besar sang angin,

aku  mencintaimu seperti bumi yang setia berputar pada matahari, kalimat itu ada dalah hatiku sekarang
aku mencintaimu…
aku takan pernah lelah beri senyuman plipur lara padamu
aku takan pernah menyerah menenangkan gelisah pelipur lara hatimu
meski aku hanyalah pohon penuh ranting kecil
aku akan kokoh menjagamu
jika aku sebuah lilin, semoga lilin itu adalah lilin harapan
yang ketika semuanya padam aku dapat menyalakanmu kembali
meski aku akan leleh hilang suatu waktu nanti.
aku merindukanmu seperti pagi yang merindukan matahari, dan sang malam
merindukan bulannya.

wahai Sang Pembolak-balik hati
waktu pengabdian ini aku tulus untuk mendekatkan diriku padaMu
berikanlah ketetapan hati untuk selalu dapat melangkah lebih baik
untuk dapt ikhlas….tawakal…bersyukur
untuk bisa merasakan arti istiqomah itu

walau jujur terkadang aku memekikan kalimat “kalah”
kembali ku lihat se utas simpul tawa di ujung gurat2 luka bahagia
sungguh manis perjuangan ini.

aku sadar medan juang masihlah sangat jauh..
masih banyak yang belum terselesaikan dari bagian tugas itu
jika memang aku kalah, mulai sekarang aku takan terkalahkan..

untukmu Hanif, Esi, Siska, Huda…
cinta mas untuk kalian
karena, tiap detik ini adalah sebuah Anugerah…
tiap tawa adalah Karunia…
dan tiap tetes air mata ini adalah Cinta…
akan tiba saatnya nanti,pelangi menyingsingkan sinarnya diatas kita
sehingga tak perlu lagi memupus asa

terimaksih untuk setiap doa yg kalian panjatkan kepada Allah
untuk selalu mengiringi langkah perjalanan mas mu ini.

doa, dan senyuman kalian itu hidup mas
cinta dan kasih kalian itu nafas mas

teruntukmu adik-adiku mas cinta kalian

Allohumma mushorrifal qulub, qulubana ala tho’atika
Robbi ‘audzubika hammazati sayathini wa’audzubi Rabbi ayyahdhurun…

Semoga ALLAH mnunjukan kita semua kebenaran dan menjaga kita untuk selalu istiqomah dalam bertauhid pada NYA

Wahai Dzat Yang Maha Membolak-balik hati, tetapkan hatiku selalu kepada agama-Mu…Amiin