Archive

Archive for March, 2007

Kampung Tanpa Asap Rokok

March 26, 2007 Leave a comment

Pernah membayangkan, ada satu kampung tanpa seorang pun yang mengisap rokok? Jika Anda ingin melihatnya, datanglah ke Kabupaten Enrekang, tepatnya di Kampung Bone-Bone. Kampung yang sejuk dan asri ini terhampar di kaki Gunung Latimojong.

Untuk mencapai kampung Bone-Bone, Anda terlebih dahulu harus melewati Kampung Baraka. Jangan khawatir, kampung ini bisa dicapai dengan kendaraan roda empat. Namun tahun lalu, menuju Bone-Bone hanya bisa dilakukan dengan mengendarai sepeda motor, kuda, atau berjalan kaki.

Memasuki kampung Bone-Bone, Anda akan melihat rumah-rumah penduduk berupa rumah panggung yang dibangun di dasar bukit hingga pada ketinggian 200 meter. Rumah-rumah itu didirikan bersusun-susun di atas lereng bukit sehingga tampak sangat indah. Kepala Kampung Bone-Bone, Ikhsan, mengatakan, warganya berjumlah sekitar 80 kepala keluarga, atau lebih dari 500 orang.

Di tengah kampung ini terdapat lapangan sepak bola, sebuah masjid berukuran 17 X 17 meter, dan sebuah sekolah dasar. Menurut Ikhsan, sudah lebih dari 10 tahun tak satu pun penduduk kampung ini yang merokok. ”Tak ada aturan tertulis, tapi masyarakat mematuhinya,” ujar Ikhsan.

Bagi warga pendatang, biasanya diberi kesempatan tiga hari saja untuk merokok di kampung itu. Lewat dari tiga hari, pendatang tak boleh lagi mengepulkan asap rokok di kampung ini. Bagaimana jika ingin sekali merokok? Tak ada jalan lain, mereka harus keluar dulu dari kampung Bone-Bone.

Tapi belakangan ini, diakui Ikhsan, ada warga kampung ini yang diam-diam mulai merokok. Walau dilakukan secara sembunyi-sembunyi, tetap saja ketahuan. ”Sebab, warga di sini sangat sensitif dengan aroma tembakau. Jadi kalau ada yang merokok, pasti ketahuan,” ujarnya.

Selain dikenal sebagai kampung tanpa asap rokok, Bone-Bone juga bisa menjadi daerah percontohan bagi penegakan syariat islam. Para ibu di kampung ini hampir seluruhnya mengenakan busana Muslim dan menutup aurat. Begitu pun anak-anak perempuan.

Dalam pergaulan sehari-hari, juga terlihat jelas ada pemisahan antara kaum lelaki dan perempuan. Anak-anak yang sedang bermain pun terlihat berkelompok dengan sesama jenisnya. Dan saat tiba waktu shalat, ketika azan mulai berkumandang, warga Bone-Bone pun langsung bersiap menunaikan kewajiban mereka selaku Muslim. Mereka hentikan sejenak aktivitas yang tengah dijalani, dan selanjutnya melakukan shalat berjamaah.

Categories: Brave Heart

AnythingIsPossibleIfYouReallyWantTo

March 23, 2007 Leave a comment

Kebahagiaan adalah sesuatu yang kamu putuskan di awal.
Apakah aku akan menyukai kamarku atau tidak,
tidak tergantung dari bagaimana perabotannya diatur tapi bagaimana aku mengatur pikiranku.
Aku sudah memutuskan menyukainya.
Itu adalah keputusan yang kubuat setiap pagi ketika aku bangun tidur.
Aku punya sebuah pilihan;
aku bisa menghabiskan waktu di tempat tidur menceritakan kesulitan-kesulitan yang terjadi padaku
karena ada bagian tubuhku yang tidak bisa berfungsi lagi,
atau turun dari tempat tidur dan berterima kasih atas bagian-bagian yang masih berfungsi.
Setiap hari adalah hadiah,
dan selama mataku terbuka,
aku akan memusatkan perhatian pada hari yang baru
dan semua kenangan indah dan bahagia yang pernah kualami dan kusimpan.
Umur yang sudah tua adalah seperti simpanan dibank.
Kita akan mengambil dari yang telah kita simpan.
Jadi, nasehatku padamu adalah untuk menyimpan sebanyak-banyaknya kebahagiaan di bank kenangan kita.
Terima kasih padamu yang telah mengisi bank kenanganku.
Aku sedang menyimpannya.
Ingat-ingatlah lima aturan sederhana untuk menjadi bahagia:
      
 1. Bebaskan hatimu dari rasa benci.
 2. Bebaskan pikiranmu dari segala kekuatiran.
 3. Hiduplah dengan sederhana.
 4. Berilah lebih banyak
 5. Jangan mengharapkan balasan

Categories: Brave Heart