Archive

Archive for March, 2010

Istana itu kuberi nama “Istana Shofiyyah “

March 31, 2010 Leave a comment

29 maret 2010,

Hati bingung untuk senantiasa beristighfar atau harusnya bersyukur, karena masih ada rasa sakit itu, masih ada rasa pedih itu, padahal  “keindahan” yang selalu aku banggakan dan aku miliki, kini terlah berbuah indah, telah berkembang dan sanggup menari, aku bahagia tapi sakit itu mengalahkan segala kebahagianku, karena aku tau aku hanya pura-pura bahagia, langit jakarta juga mendukung hatiku, gelap…, awan mendung dimana-mana, huft…betapa lemahnya hati ini ternyata, saat mulut ini mengucapkan kata “Ikhlas” ternyata  hati ini tetap ada gelap berucap “tidak rela” ketika mulut ini berucap “syukur” ternyata hati ini tetep berucap “apa harus aku yang selalu berkorban?” BODOH…!!!

kembali aku resapi makna dibalik “Hanya di sana, cinta yang ini absah untuk tumbuh bersemi, di singgasana pelaminan” hari demi hari mencoba meyakinkan semua itu, dengan pelan-pelan membangun sebuah singgasana yang teramat indah yang selalu ingin aku nikmati bersama “cintaku” “anandaku” “adeku” “sayangku”, seluruh kasih sayangku akan selalu tercurah bagi mereka, mereka yang selalu punya hati dengan ku, mereka yang selalu memberi hati untukku, setengah din ku pun berjalan diatas permadani, permadani Rahmat Allah, permadani Istiqomah dijalan Allah, Permadani indah itu bernama “kasih sayang” sakinah, mawaddah, warohmah….

puing-puing pondasi singgasana itupun dibangun dengan senyuman dan penuh rasa, rasa saling memiliki, guratan senyum terus ada sepanjang perjalanan, tidak ada guratan ragu, saat itu hanya tinggal atap, sebelum semuanya hancur, hancur ditelan keegoisan, hancur oleh badai bertemunya arus itu, hancur oleh badai kebodohan, dingin saat itu yang menghancurkan semuanya, bagai onggok yang serupa gumpalan es yang takkan mungkin mecair.

aku masih bertanya, apa benar badai ini yang merusak semuanya, padahal sedingin-dinginnya salju tetap sangat indah, sebeku-bekunya es dia hanyalah air yang pasti meleleh. apa bukan badai yang datang saat itu? tapi sebuah “petunjuk”, apakah badai itu adalah badai “karunia” badai pengingat?dan benar!! aku lupa arti rasa “syukur”, aku terus lupa arti kata “ikhlas”. aku kembali merenung ternyata memang aku yang salah, aku yang tidak pernah belajar,  aku yakin aku yang menyampaikan kebodohan itu, sedang dia yang setiap hari hadir dengan senyuman yang begitu tulus, dia yang setiap hari tertawa untuk membuatku bahagia, adalah dia yang aku sayangi, dialah bidadari disini.

bukankah sesungguhnya Allah Ta’ala tidak memandang postur tubuhmu dan tidak pula pada kedudukan maupun harta kekayaanmu tetapi Allah memandang pada hatimu. Barangsiapa memiliki hati yg shaleh maka Allah menyukainya. Bani Adam yg paling dicintai Allah ialah yg paling bertakwa.

ASTAGHFIRULLAH…ternyata aku hanya pendosa jangankan taqwa, didunia ini pun aku tidak punya apa-apa.

Akulah badai penghancur itu, …

Ampuni hambamu ini ya Rabb, Aku terus memurkakanMU untuk selalu meraih keridhaan manusia, demi Engkau ya Allah jangan cabut RidhoMu ke hambaMu ini, pelan-pelan aku berjaji memang hanya kepada Engkau sang Maha pengasih yang tidak pernah mengecewakan hambaNya,

semoga Engkau merestui sesuai janjiMU, Barangsiapa memberi krn Allah menolak krn Allah mencintai krn Allah membenci karena Allah dan menikah krn Allah maka sempurnalah imannya (HR.Abu Daud)

Ya Rabbil izzati, ya Azizu, Ya Hakim, Ya Ghofuru ya Rahim

Jadikanlah dia, tetap jadi bidadariku dan izinkan untuk bertemu di syurgamu nanti, bahagiakan dia, lindungilah dia, sayangi dia seperti Engkau menyayangi hambuMu ya Bertaqwa,bimbinglah dia untuk jadi bidadari yang lebih cantik sehingga saat nanti kita bertemu aku hanya seseorang yang tampak kumuh dimatanya, kini aku titipkan dia padaMu ya Rabb, dengan segala keikhlasan ini serta air mata yang Engkau Maha tau artinya.

mafatihul, thanks to you yang pernah mengisi rongga ini, yang pernah bersama membangun istana itu, kini akan kumulai lagi, semoga istanamu nanti juga bakal tidak kalah indah dengan istana yang kubuat, istana itu kuberi nama “Istana Shofiyyah” Istana yang jernih penuh rasa tulus dan kasih sayang, untuk selalu mengenangmu jadi bagian terbaik dipuing istanaku nanti.

Advertisements
Categories: Brave Heart

Stuck on stupid

March 4, 2010 Leave a comment

Hari berganti minggu, minggu berganti bulan, bulan pun berganti tahun, halaaah…., malah ngacau *maklum otak lagi keram :(, baru lihat terhitung 1 th 6 bulan ternyata awal bulan ini seorang “aku” ada di Ibu kota, Ibu yang gak pernah ada bapaknya @_@, keras…iya, macet…hal biasa, bersyukur…inginnya, kalo ngeluh…setiap harinya, wakakkaa…

terus mendifinisikan arti kata bersyukur, Alhamdulillah…kata yang sering banget “aku” ucapin untuk mengungkapkannya, tapi hati ini sering kali, hmmm…bahkan berkali-kali terus menggerutu, sering menitikan sedikit air mata melihat orang-orang yang lebih jeles nasibnya dari “aku”, tapi sesekali juga terus menggerutu “arrrrrrgg macet!!!!” “ni mobil kacoo banget jalannya”…”tuh orang bisa setir motor gak sih”…”arrrrrrghh pusing, Bre****K, * semuanya bukan perwujudan dari rasa SYUKUR khan…

sedikit penyemangat ku, inget kata seorang Ustadz  “Bersyukurlah InsyaAllah itu awal dari semakin terbukanya pintu rizky”, Astaghfirullah…klo menggingat banyaknya umpatan, banyaknya makian, banyaknya perbuatan dosaku, apa iya seorang aku layak jadi “ahli syurga” (insyaAllah pasti bisa), lihat aku, bersyukur aja kurang mampu, atau istilahnya fakir syukur (istilah sendiri ye) gimana menjalani yang lainnya, syarat menjadi sebutan orang ber”Taqwa”, lihat keseharianku yang aku namakan itu ibadah, SHOLAT 5 waktu, alhamdulillah masih bisa terus menjaganya (jarang banget khusyunya), puasa sunah (senin/kamis) tapi ni lidah ga bisa jaga kata-kata, emosi masih meledak-ledak, solat sunah rawatib yang kadang-kadang, Sholat Sunah tahajud yang sering kebablasan moloooor, Bekerja (insyaAllah sebagai ibadah juga), beramal (semoga tidak menjadi riya). ..ibadahku cuman itu??

Lihat uswahkhasanah Kita, Lisannya terjaga, ibadahnya gak pernah terhenti meski beliau sudah dijamin syurga, geraknya gerak dakwah, senyumnya, senyum ibadah, tangisnya, menangisi musuhnya yang belum masuk kejalan Allah, kasih sayang dan pengorbanannya buat seluruh umatnya…dan masih begitu banyak kebaikan disetiap detik langkah hidupnya, Subhanallah…, semoga “aku” juga mewarisi sedikit semangatnya, meniru senyumnya, senyuman tawadhu, meniru kasih sayangnya untuk berjihad dijalan Allah, Amiiin….:), semoga aku mampu…InsyaAllah

namun atawa tapi…:D

  • Bangun tidur Sholat Tahajud (tidur lagi) + paket doanya
  • Bagung (lagi) Sholat subuh (tidur lagi) + paket doanya
  • Bangun tidur, mandi, berangkat kerja
  • Sholat Duha (jarang juga)
  • Kerja
  • ISOMA (duhur) + paket doanya
  • Kerja
  • ISOMA (ashar) + paket doanya
  • Kerja
  • Sholat Maghrib + paket doanya
  • Pulang Kantor
  • Mandi, bersih-bersih plus makan malam
  • Sholat Isya + paket doanya
  • Nonton Televisi
  • Tidur
  • Berulang lagi besok Paginya

SEEEEEE !!!!!!!!

Wlo gak setiap hari “aku” begitu tapi itu sedikit cerminan dari dominasi 7 hari dalam seminggunya, Astaghfirullah….dengan bangganya “aku” menulis ini….:( Astaghfirullahaladzim………Astaghfirullahaladzim………..Astaghfirullahaladzim……..Astaghfirullahaladzim

Ya Allah Klo sampai waktuku nanti, apa iya hamba akan jadi pendosa seperti ini terus Ya Rabb, Ampuni Hamba ya Rabb…:( , setiap tetes air mata ini adalah ucapan syukur, setiap derungan mesin dengan knalpot yang mengeluarkan asap tebal itu cobaan, setiap langkahku semoga terus melangkah untuk kebaikan, Ya Rabb…Hamba sadar hamba bukanlah ahli bersyukur, namun hamba terus tanpa bosannya meminta kepadaMU selalu tetapkanlah hati ini untuk senantiasa berserah diri padaMU, walau kau beri aku cobaan seberat bumi ini atau kau beri aku segunung emas, Aku Takan Pernah berpaling dariMU…

Hanya kepadaMu lah, aku bersujud berserah diri memohon Rahmat dan Ampunanmu ….

Walllahua’lam bisyowaf, bersambung lagi yak nanti…..:)

Categories: Brave Heart