Archive

Archive for September, 2010

sayap-sayap cintaNya

September 22, 2010 6 comments

Bismillahirohmanirrohim…

Dapet pesan YM dari seorang kawan (hoho…kalo baca tulisan ini pasti ngrasa dia yang kirin 😛 )

Ada tiga golongan manusia yang berhak Allah tolong mereka, yaitu seorang mujahid fi sabilillah, seorang hamba yang menebus dirinya supaya merdeka, dan seorang yang menikah karena ingin memelihara kehormatannya”Hadits Riwayat Ahmad 2 : 251, Nasa’i, Tirmidzi, Ibnu Majah hadits No. 2518, dan Hakim 2 : 160).

“Nikahilah perempuan yang banyak anak dan penyayang. Karena aku akan berbangga dengan banyaknya matku dihadapan para Nabi kelak di hari kiamat”. (Hadits Riwayat Ahmad dan di shahihkan oleh Ibnu Hibban).

Barangsiapa menikah, maka ia telah melengkapi separuh dari agamanya. Dan hendaklah ia bertaqwa kepada Allah dalam memelihara yang separuhnya lagi”. (Hadist Riwayat Thabrani dan Hakim).

Subbahanallah,
so inspiring for today, dengan kata “MENIKAH” hehe…(saya pun ingin menyegarakannya..*duh jadi curcol), inget beberapa tulisanku yang lalu, ada kata-kata Laa fatan illa Aliyyan!  Tak ada pemuda kecuali Ali!” memang merepost tapi selalu ada spirit tersendiri ketika cerita tentang kisah tauladan ini 🙂

Cinta tak pernah meminta untuk menanti. Ia mengambil kesempatan atau mempersilakan. Ia adalah keberanian, atau pengorbanan. seperti sahabat AlI bin abithalib, beliau berkata mencintai tak berarti harus memiliki. Mencintai berarti pengorbanan untuk kebahagiaan orang yang kita cintai. Cinta tak pernah meminta untuk menanti. Ia mengambil kesempatan. Itulah keberanian. Atau mempersilakan. disebut sebuah ini pengorbanan.disebut sebuah kisah, kisah jalan cinta para pejuang.  Jalan yang mempertemukan cinta dan semua perasaan dengan tanggung jawab. Dan buat para pencinta sejati, selalu ada yang manis dalam mengecap keduanya. Di jalan cinta para pejuang, kita belajar untuk bertanggung jawab atas setiap perasaan kita, beliau mengalah ketika Abu bakar & selahnya Umar untuk meminang Fatimah putri Rosullullah, begitu ikhlasnya beliau, namun ternyata baik Abu Bakar maupun Umar tidak dipilih rosullullah untuk menikahi putrinya.

saat itu,secara ekonomi tak ada yang menjanjikan pada dirinya. Hanya ada satu set baju besi di sana ditambah persediaan tepung kasar untuk makannya, begitu nuraninya mengingatkan. Pemuda yang siap bertanggungjawab atas rasa cintanya.  Pemuda yang siap memikul resiko atas pilihan-pilihannya. Pemuda yang yakin bahwa Allah Maha Kaya

Dan ’Ali pun menikahi Fathimah. Dengan menggadaikan baju besinya. engan rumah yang semula ingin disumbangkan kawan-kawannya tapi Nabi berkeras agar ia membayar cicilannya. Itu hutang. Dengan keberanian untuk mengorbankan cintanya bagi Abu Bakar, Umar, dan Fathimah. Dengan keberanian untuk menikah. Sekarang. Bukan janji-janji dan nanti-nanti. sahabat Ali adalah gentleman sejati.

Subhanallah…
Inilah persaudaraan dan cinta”
memberikan yang terindah HARI INI
untuk menaklukkan cinta,
mengajaknya bergandeng mesra untuk beribadah padaNya

So Bro and sist…
Ada atau tidak adanya “pasangan” yang benar-benar kita damba di samping kita nanti
semoga Allah bakal selalu mencintaiMu,karena kita hanya bagian dari ceritaNya
cerita yang telah di telah digariskan dengan sempurna olehNya

sampai saat yang indah itu tiba, semoga untuk kita nanti bukanlah
upacara yang diramaikan gending cinta, Bukan rancangan gaun pengantin ala Cinderella
Apalagi rangkaian mobil undangan yang memacetkan jalan raya
tapi sebuah jiwa, jiwa toleransi sedalam samudera,
jiwa besar untuk “Menerima” dan “Memaafkan” bersama,

Wallahualam, semoga bermanfaat 🙂

Advertisements
Categories: Mutiara Hati

Salam terakhir

September 14, 2010 2 comments
27 Ramadhan 1431 H
Engkau sang Maha pengatur segalanya Ya Rabb,
rizki ini semoga serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji….Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda kekuasaanMU bagi setiap orang yang sabar lagi bersyukur, Cukuplah Engkau bagiku…:)
seperti kata mutiara dari seorang sahabat :
“giving up doesn’t always mean you weak, sometimes it’s just means you strong enaugh to let go”

semua kejadian hari ini menyadarkanku bahwa sejatinya memang setiap makhluk hanya mampu berdiri digaris pengharapan selanjutnya Sang Maha pengaturlah yang akan menentukan layak atau tidaknya suatu perkara buat kita, sesuatu yang sudah di catat di lauh mahfudz sana, Qada & qadarNya.
Subhanallah walhamdulillah wala illaha illallah…
Semoga atas kehendakmu
diangkat semua rasa sedihku, berganti pelan dengan ketawadhuan
diangkat semua tangisku, berganti dengan ketaqwaan
ditutup dengan salam, seperti cintaku dulu yang berawal dari salam
rindu dan kasih sayangku dari salam
Saat tak ada lisan, tak mampu lagi begetar memahami dan mendengar lagi
aku hanya ingin tau saat Sang Maha Lembut, Sang Maha Tau mengartikan CINTA dihatiku
“demi dzat yang jiwaku ada di tangan-Nya, kalian tidak lah masuk syurga sampai kalian beriman, kalian tidaklah beriman sampai kalian saling mencintai, maukah kalian aku tunjukan sesuatu yang bisa menjadikan kalian saling mencintai? tebarkanlah salam diantara kalian (HR Muslim)”

Assalamualaikum,
cinta,sahabat,adik,teman yang akan selalu mengiringi pejalanan hidupku
ini salam perpisahanku untukmu,hatiku kini untuk Rabb ku, disana aku titipkan cinta terbesarku.
aku tidak mencintaimu karena engkau cantik, tidak pula aku memberimu karena asa dan iba, atau aku memintamu untuk aku sia-siakan.
“Man akhabballahi wa abghodallahi wa a’tallahi wa mana’allahi faqodi takmalal iman”

Semua hanya karena Allah,
Asslamualaikum warohmatullahi wabar0katuh,(Semoga kamu terselamatkan dari segala duka, kesulitan dan nestapa)
Categories: Brave Heart