Archive

Archive for October, 2010

Lisan Taqwa

October 28, 2010 Leave a comment

Maka ku coba..

kuhapus air mata bukan dengan sapu tangan, karna hanya sebuah benda
dia takan mampu menyembunyikan sembabnya..
tapi aku hapus tiap tetesnya dengan wudhu yang menyejukan,
berharat tiap bercak noda dihati ikut luluh dan tersapu…

“tiada suatu ucapanpun yang diucapkan, melainkan ada di dekatnya malaikat
pengawas yang selalu hadir ” (QS Qaaf : 18)

lisan ini, semoga tidak tersemai racun
aku pasang pembatas ini dengan hamparan ‘hijab’ syariat
dengan ilmu penwar hati, dalam lingkaran majelis dzikir

“kuffa alaika hadza waakhodza bilisaninnafsihi”

lisan ini akan ku jaga,
semoga di jauhkan dari diri perbuatan dan perkataan yang tiada berguna

lisan ini semoga jadi jalan taqwa kepada-MU
sebuah petanda kesetiaan yang sejujurnya,bukan pada dahi kami
sebagai petanda sujud, namun di bait-baitMU kan kusemai hingga tumbuh
merangkai namaMU…

Categories: Mutiara Hati

just because I Love U, Rabb…

October 12, 2010 5 comments

tak serupa dengan simpul sedih
tawa ternyata lebih sulit aku lukiskan
guratan-guratan itu mengalir indah dalam kanfas baru hatiku
dihatiku yang baru, setelah diguyur siraman ramadhan

diatas kereta ini, mungkin dua jam lagi aku samapai ditujuan akhir laju besi tua ini
dinginnya kipas angin sambil ditemani “stranger” (orang sebelah bangku)
melihat bintang-bintang bumi
berkelap kelip dikencang laju keretaku.

8 September 2010
=======================================

kutemukan catatan ini
sekarang aku tau Sang Maha Lembut, Sang Maha Tau mengartikan CINTA dihatiku
tak ada lisan, hati ini hanya bergetar memahami dan kembali mendengar

saat aku jatuh dan tidak lagi dapat aku lihat ketulusan
tidak lagi dapat aku lihat cinta itu, untukku
tidak lagi dapat aku lihat jujur ditatapan matanya
tidak lagi dapat aku lihat kalimat cinta, cinta untuku menuju altar agung indah itu

dulu cintaku untukmu mesti kuatasnamakan cinta atas nama Sang pemberi keagungan warna siluet orange disetiap kumenatapmu, yang sebentar berganti malam, sebetar berganti pagi…matahari senjaku…pilu…tapi sudah berlalu…

kini kutemukan matahariku, dia matahari pagiku, yang pertama memperdengarkan senyumnya setelah sujud subuhku
pendengar al ma’suratku setiap pagi saat ayam mulai berkokok terdengar mengiringi pagiku

Ikhlas ini ada untuk berjalan bersama untuk berma’rifat dalam CintaNYA,
bersama menyadarkan akan sebuah perjuangan yang seharusnya tidak pernah boleh berhenti menjadi manusia-manusia tulus, manusia dewasa, manusia yang terus akan berfikir indah saat takdir tak menyatukan harapan-harapan yang dirangkai dalam angan.

Wallahualam,
khasbiyallahu…

saat ini aku memintamu, dalam simpul-simpul doaku bersama dinginnya sepertinga malam, saat matahari mulai naik di agungnya dhuhaNYA maupun dalam sejuknya watu ashar, aku memintamu dari hatiku, cintamu untuku

namun
tak sebesar cintaku padaMU Rabb ku,
setiap detik langkah ku, baik berupa linangan air mata maupun berupa tawa simpul senyum yang engkau beri
semua begitu besar CintaMU kepadaku hambaMu ini
aku titipkan setiap tetes air mata itu
aku titipkan setiap helai kebahagianku
hanya kepadaMU, karena Enkaulah “THE ONLY ONE I LOVE”

jUST BECAUSE I LOVE U MY RABB,
air mata ini takan pernah habis untuk meminta ampunanmu,

Categories: Mutiara Hati