Home > Uncategorized > Untukmu, sahabatku…

Untukmu, sahabatku…

sahabat15 oktober 2014, kembali ketempat ini dimana dulu aku benar-benar jatuh, jatuh dalam pelukan kasih sayangmu, dimana hanya ada kebahagiaan disana, ranum senyumu dulu masih aku ingat…ah, indahnya masa-masa itu, kini semua telah berubah masing-masing kita sudah saling berjalan berjauhan menemukan sendiri apa yang kita biasa sebut “kebahagiaan” walau belum sempurna semoga doa dari masing-masing kita masih bisa saling menguatkannya

bunyi deru ombak, gemerlip lampu ditepi pantai ini akan selalu jadi saksi mereka membisu namun gemerisik suaranya masih saja meneduhkan syahdu kalbu ini,

ah,,masih saja kelu lidah ini jika mengingatmu, sadar bahwa kita sudah tidak dapat bersatu seperti dulu, namu senada itu hanya bisa tericap doa indah untuk kebahagiaan, Amiiin….

Mengenangmu masih saja membuat dada ini sesak, merindumu walau aku sadar kalo perasaan ini salah kepadamu masih saja jadi bagian hidupku,

Ada yang tidak pernah hilang, dan gak bisa hilang entah apa itu mungkin “cinta” atau dia memang benar-benar bagian raga ini,

Ah…sudahlah,

nyatanya dada ini tetap sesak, tiap kali bersama senyummu, bukan karena aku lelah untuk mencoba membahagiakanmu, tapi karena selalu bukan aku yang membuatmu tersenyum,

saat bersamamu aku tak pernah lengkap karena aku hanya diam tak mampu berbicara manis padamu, karena pelukan itu memang tidak pernah ada untuku, ya…aku tak sempurna,

hmmm, semakin larut….masih terdengar suaramu berbicara indah, sesak….

merindumu mungkin jadi saat-saat bahagiaku, sadar hanya bisa merindumu, semu tapi itu caraku mengobati lara hatiku

aku rindu kamu, senyuman yang dulu selalu ada untuku, pelukan yang tidak pernah kuminta namun tulus engkau beri dengan senyuman, jabat tangan dengan kecupan mesra ditangan, rindu hangatnya perhatianmu tatapan indah mu, bidadari syurgaku…insyaAllah

setapak demi setapak engkau telah lalui dikehidupanmu, pelajaran hidup telah banyak engkau kecap, hanya doa yang bisa aku beri untukmu…doa untuk kebahagiaanmu,

maafkan aku…andai waktu dapat diputar kembali, aku akan minta untuk tidak dipertmukan denganmu, karna rasanya aku juga adalah bagian dari kisah sedihmu, bagian dari airmata perjalanan hidupmu,

10.57 pm & kian larut, ah…kalimat itu “sayang” terdengar lagi dari mulutmu, namun bukan untuku

setelah minggu ini, mungki aku takkan bisa melihat senyummu lagi, tak mengapa…. Karena aku tau engkau telah bahagia, menunggu pangeranmu untuk mengucap janji indah sehidup semati, indah & bahagia bersamamu.

Ikhlas ini akan selalu kulukis dihatiku untukmu, yang aku engkau bahagia

Tak lagi ada airmata yang membasahi pundakku saat engakau menangis,

Tak diperlukan lagi tangan ini untuk menyeka rambutmu,

Tak berguna lagi tubuh ini untuk memeluk mendengar setiap keluh kesahmu

Sudah kau temukan Bahagiamu, bahagialah sahabatku…cinta pertama dihidupku

Telfonmu berhenti dan kembali berbaring, kemuaian hening…..

Perasaan ini pasti kubawa sampe kutemukan bahagiaku untuku sendiri, mungkin saat itu engkau sudah melupakan aku……………….

Kini Enkau terlelap disampingku,…

aku terbangun dan mengingatmu, kalimat sedih sudah jauh dari hidupmu saat aku tulis ini sahabatku, bukan aku yang selalu ada untukmu, tapi engkau yang tidak pernah lelah menjadikanku sebagai sahabat, tidak pernah lelah menyayangiku dengan caramu

mulailah bahagiamu tanpaku, hanya kamu yang tau dimana aku dan saat kapan engkau kembali membutuhkanku.

salam sayang dari sahabatmu,

Advertisements
Categories: Uncategorized
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: