Home > Uncategorized > Puisi lama untuku

Puisi lama untuku

Lagi iseng hapus email-email lama, nemu puisi ini di inbox emai…. 😦

puisi lama

Rabb..
Wahai dzat Yang Maha memiliki Keagungan
Engkau hadirkan aku dalam berbagai macam warna
Dan dengan sifatMu yg Megah
Engkau ciptakan aku memiliki keindahan rupa

Berdiamlah aku pada satu tempat sunyi menyendiri
Seakan-akan renunganlah yg hanya menemaniku
Serta suara gemericik air dan burung pipit
Saling bersahutan memadu rindu

Rabb, lihat aku..
Seakan-akan linangan air mata tak habis-habisnya menggenang
Butiran-butiran air sengaja bersarang di atas kesendirian tubuh ini
Meski rupaku tak sesempurna hati bentuk cinta
Namun aku masih ciptaanMu yg tetap setia
Memberikn keindahan pada setiap mata yg memandang
Pada setiap mahlukMu yg hinggap di bunga yang mekar
Untuk melindungi setiap pilihan jiwa yg datang agar tidak tenggelam

Kadang aku tenggelam sendiri dalam air layaknya kesedihan
Namun bungaku tetap aku tampakkan indah diatas permukaan
Semua kusembunyikan hanya untuk membuatMu ridha terhadapku

Dibalik itu aku terus menghiba dan merayuMu agar smua ini cepat berakhir
Aku tergoyang, terhempas, terombang-ambing dalam kehendakMu
Tapi aku tetap harus menjaga agar keindahan ini tetap berdiri tegak diatas permukaan
Tak pernah ada kata cukup dan akhir agar aku tenggelam lebih dalam??
Sebetulnya aku malu dan tak layak seperti ini
Sementara Engkau adalah dzat Yang Maha Mencukupi

Rabb..
Wahai Dzat Yang Maha Belas Kasih
Aku mampu bertahan karena KeagunganMu
Aku bisa tetap seperti ini adalah karena KasihMu
Yang mungkin aku justru lalai dalam berterima kasih
Dimana aku justru lebih melihat yg tampak dihadapanku
Daripada sifat-sifat keagunganMu

Lihatlah Rabb.. kepada siapa aku mengalihkan perhatian
Engkau tampakkan kepadaku jiwa untuk ku cinta
Diatas tubuhku dia aku lindungi dari tenggelamnya dalam genangan
Sementara dia merasakan keindahan bungaku yg tampil menjulang ke langit
Terpesona, terdiam meskipun aku penuh air layaknya manusia berlinang airmata
Dia hadir hingga aku tak merasakan kesedihan sedang hadir dlm perjalanku
Dia pelipur lara hidupku, namun…

Sementara itu aku yakin..
Suatu saat kebosanan hinggap dalam jiwanya
Selalu ada pilihan selama dunia ciptaanMu belum berakhir
Saat itulah aku akan tenggelam dalam kesendirian kembali
Benar-benar dalam kesedihan jiwa

Namun apa yg terjadi ya Rabb??
Dia tak terhirau dengan apa yg terjadi disini
Bagaimana perasaanku yg sebenarnya..
Mana bisa aku menghalangi kehendakMu, Rabb??…
Yang ada hanyalah sebuah kepasrahan jiwa harus kuhadirkan
Yg setiap ciptaanMu tentu harus lakukan
Dibawah kekuasaanMu Yg Nyata

Aku tidak tahu yang terbaik
Kebahagiaan ataukah kesedihan yg Engkau kirimkan kepadaku
Akan menjadi masa-masa yg justru terbaik bagiku
Dan itu adalah tetap sebuah bentuk cinta yang aku tidak mengerti
Sementara aku mengalami rasa yg hancur, goresan-goresan hati yg menjadi luka
yang tak mungkin aku bayangkan menjadi sebuah kenyataan hidup kala ini

Rabb??
Maafkan aku.. maafkan aku.. maafkan aku
Angkat aku kembali ke permukaan
Meski rupaku tak sesempurna hati bentuk cinta
Meski aku selalu hidup dengan genangan air
Diantara butiran embun-embun pagi yg hinggap
Layaknya tetesan air mata kesedihan

Kepada siapa hati ini harus kurelakan
Diantara luka-luka yg tak pernah bisa sembuh
Selalu teringat padanya yg pernah Engkau tampakkan pd suatu masa
Sesungguhnya aku tak bisa rela atas kepergiaannya
Tapi akupun tak bisa melarangnya
Aku hanya berfikir ini kehendakMu yg Kuasa yg tak bisa aku melawannya
Sebagai bukti ketaatan pdMu

Biarlah pilihan menjadi rahasia setiap jiwa
Entah luka atau kebahagiaan yg Engkau ciptakan
Yang akhirnya hinggap pada suatu masa
Dalam perjalanan yg pd akhirnya menemuiMu
Dalam suatu kepayahan

Aku hanya ingin melukis cinta
Seperti Khadijah dan Muhammad
Manusia-manusia pilihanMu
Tapi dengan segala kekurangan ini
Dan masa yg sungguh menghimpit bathinku
Justru hanyalah sebuah impian semu dunia

Disaat teladan itu hadir
Genangan air matalah yg justru menguburkan impianku
Menjadi tenggelam sehingga tak mampu menjadi pelindungnya lagi
Aku hanya teratai kasih yang setiap waktu dihinggapi pilihan
Yang diberikan pesona warna dalam genangan air
Silahkan engkau memilih sampai kapan bersamaku
Dan tinggalkan aku setelah mencintaimu
Biarkan aku setelah seluruh lahir bathinku tumpahkan untuk membuatmu bahagia
Meskipun aku tak punya bentuk cinta tak sesempurna hati
Inilah aku..

Inilah aku yang pernah hadir dalam perjalananmu
Yang kau sisakan hanya butiran kasih
Kenanganmu yang menjadi koleksi memori jiwa
Diantara perjalanan yang kembali ku arungi diatas genangan air

Terimakasih Rabb..
Aku kembali padaMu
Hanya membawa luka tak seperti yang kuharapkan
Aku hanya teratai kasih ciptaanMu
Yang slalu bertahan diantara butiran hujan yg turun
Yang ku tampung sementara waktu layaknya air mata kesedihan
Menunggu mentari untuk sekedar memberikan kehangatan qolbu
Disela-sela rindu yang tak bisa terobati dan tak dimengerti olehnya
Karena aku bukan pilihan yg Engkau tetapkan untuknya dipilih..

# Catatan Hati Dalam Satu Perjalanan Yg Melelahkan Jiwa. Namun Harus Ku Tetap Tegar Menerima Kenyataan Bahwa Kisah Ini Harus Tetap Kulewati Meski Bukan Pilihan Yg Aku Harapkan 😥

*semoga kini kita sudah sama-sama bahagia dengan seseorang yang dipilihkan Allah untuk Kita….

Advertisements
Categories: Uncategorized
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: