Go get you self, my beloved friend

March 4, 2014 Leave a comment

bulan sabitALLAH tidak pernah memisahkan sesuatu dari hambaNYA kecuali DIA menggantinya dengan yang lebih baik.

Awal Maret tengah malam saat aku mendengar tangisannya kembali, rasanya semakin pekat malam ini, dari jendela lantai 15 dengan bulan sabit mengintip dilangit yang indah, disaat kehilangan adalah salah satu anugerah terbaik yang mungkin Allah berikan untuk kita ,belajar makna, titik untuk lebih belajar lisan-lisan taqwa, tidak ada keniscayaan dusta disana, belajar makna saat menyayian lagu kehidupan ini, lagu sakit hati, senyum indah ini kutinggalkan untukmu, kalimat “pergi” dari mulut yang selalu menderu, “karma” entah tidak pernah jelas aku tau dan maknai, tapi “hukum Allah” itu sudah ketetapanNYA, tak seorangpun dari kita yang lolos dari teguranNYA. saat teguran itu datang, ingatlah jalan-jalan yang telah engkau lewati dulu akan ada saat kelam dalam hidupmu ketika kau memaknai semuanya dari nafsyu dan keinginan. tunggulah saat itu pasti akan sangat tepat untuk kita bisa  belajar.

Apa yang disisimu akan lenyap dan apa yang disisi Allah adalah kekal. Dan sesungguhnya Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.’ (QS. an Nahl : 96).

Ya Allah.. Jikalau cinta ini adalah ketertawanan,tawanlah hatiku dengan cinta kepada-Mu,agar tidak ada lagi yg dapat menawan hatiku.. Jikalau rindu ini adalah rasa sakit,penuhilah rasa sakit ini dengan rindu kepada-Mu….”

pelajaran ini sunggung indah, mungkin lebih indah dari sekumtum mawar yang pernah aku beri untuknya, lebih indah dari nyayian senja yang selalu dipuja, langit orange tenggelan indah penuh makna,

go get your self my belofed friend, forgive your self & move on !!!

Categories: Brave Heart

kembali belajar bersyukur

January 13, 2014 Leave a comment

Assalamualaikum sob,

Tidak terasa sudah 1 tahun tidak menyentuh blog ini, di 2014 ini ijinkan hamba selalu bersyukur atas segala nikmatMu ya Rabbi, pagi ini adalah pagi maulid nabi Muhammad SAW  Uswah khasana kita, sudah satu minggu bergelut dengan mual muntah lambung mulai kurang bersahabat, tenggorokan sakit meradang. but yuk mari tetap belajar bersyukur.

Semua peristiwa yg terjadi di muka bumi ini hanya ALLAH yang mengendalikannya, setiap nafas kehidupan yang ada pada makhlukMU ALLAH jua yg memberikan, Izinkan aku untuk terus bersyukur atas smua nikmat yg selama ini dan sampai saat ini tengah aku rasakan, nikmat dimana ketika pagi menjelang dan aku masih Engkau beri kesempatan untuk bisa melihat dan merasakan begitu indah pagiMU,nikmat dimana ketika aku membuka mata masih bisa aku menghembuskan nafasku, nikmat dimana ketika aku harus menjalankan smua aktifitasku Engkau berikan tenaga sehat untukku, nikmat dimana aku masih bisa menyebarkan senyum kepada orang-orang yang ku sayang,nikmat dimana aku masih bisa merasakan rasa syukurku kepadaMU.

Hidup memang penuh dengan goresan warna
Gelisah, duka dan air mata juga menjadi lukisannya
Jikalau rasa itu masih saja menghuni rongga hati dan menghentak dada
Cobalah melihat keindahan alam semesta
Seraya tafakur, mendekatkan diri pada Sang Pemilik Cinta

bait diatas memang tidak seindah kalimat-kalimat cinta, hanya makna sebuah kalimat Allah Maha Perencana terbaik, berbaik sangkalah kepada-Nya. Sesungguhnya Allah Maha sayang terhadap hamba-hamba-Nya. Ingat selalu firman Allah, “Aku tergantung persangkaan hamba-Ku terhadap-Ku. Jika baik, maka baiklah adanya. Dan jika buruk, maka buruklah adanya.” (HR. Ahmad, Ath-Thabrani dan Ibnu Hibban).

Ketahuilah sob, jika kamu berbaik sangka kepada Allah, pasti akan lebih merasa ridha dan rasa sakit menjadi  lebih ringan, sebab kita harus yakin sepenuhnya bahwa Allah tidak menakdirkan kecuali kebaikan. sob kita juga sepenuhnya harus yakin bahwa Dzat yang menimpakan sakit kepadamu tiada lain kecuali sang Maha Pengasih di antara mereka yang mengasihi, yang mana Dia lebih bersifat kasih sayang kepada makhluk-Nya ketimbang seorang ibu terhadap sang anak.

Panjatkanlah pujian kepada Allah Ta’ala, bahwa penyakit serta bala yang menimpa kamu tidak ditimpakan dalam agamamu. semoga Allah memaafkan kita-terhadap sikap selalu mengeluh, tidak terima, serta perasaan dongkol atas takdir Allah. “Tidak satupun musibah yang menimpaku, kecuali aku memuji Allah atasnya, karena empat hal: Pertama, Allah tidak menjadikan musibah tersebut dalam agamaku; Kedua, Dia menganugerahiku sikap sabar terhadapnya; Ketiga, Dia tidak menjadikanya lebih besar; Keempat, Dia menganugerahiku sikap kembali kepada-Nya saat musibah itu ada.

wallahua’lam bishowaf

Categories: Mutiara Hati

Keluarga Kecilku

February 22, 2012 1 comment

Keluarga kecilku,
gerimis masih mengguyur rumah ini, rumah kecil sepetak, maklum masih mengontrak 🙂 alhamdulillah ada keikhlasan disana, kehangatan & aroma cinta syukur kepada Engkau ya Rabb, bias hujan begitu dingin hingga aku urung terlelap,

subhanallah, walhamdulillah walaillaha illallah…hmm, bersyukur atas semua nikmat dihari ini. dia sudah terlelap, berselimut kain sarungku dengan sembirat senyum dibibirnya, dia istriku, karenaMU, aku begitu mencintainya ya Allah,

Sedemikian detail ketika kita mengidamkan sebuah rumah didunia, mulai dari layout denah lokasinya, pembuatan maket detail designnya, pondasi, rangka, budget dan masih banyak lagi yang begitu detail untuk mendapatkan rumah idaman kita di dunia.

Bagaimana dengan Rumah tangga? yang sudah tentu jadi idaman semua orang bahwa keluarga kita bahagia didunia dan sebagai jalan menuju cinta kita kepada Allah SWT, sehingga diakhirat nanti kita juga bahagia sebagai keluarga berkumpul kembali di syurganya Allah, insyaAllah (Amiin), tentunya kita harus lebih detail dari pembuatan rumah didunia.

Ya Allah, berilah aku cinta-Mu dan cinta orang-orang yangmencintai-Mu, serta segala yang mendekatkanku pada cinta-Mu.

11 November 2011, awal dimana aku mengucapkan ijab kobul itu, resmi menjadi seorang suami, melengkapi separuh agamaku lembaran baru kehidupan dibukakan olehmu ya Rabb, dengan dia teman hidup dunia akhirat insyaAllah, mengendarai bahtera baru, menuju lautan cintaMu ya Rabb.
semga limpahan rahmat & kebahagiaan selalu ada untuk kami, jadikan segala rezeki yang Engkau karuniakan dari apa-apa yang aku sukai, kekuatan bagiku yang dapat aku pergunakan dalam mencintai-Mu. Ya Allah, jangan jadikan apa yang kumiliki itu selalu ada di sekitarku, ambillah ia untuk apa yang Engkau sukai.” seperti aku mencintai-MU disetiap degupan jantung, dan denyutan nadi hatiku milik-MU, lidungi hamba-Mu ya Rabb

seperti para penyair bilang,
Istri yang Sholehah memang benar bidadari di dunia ini permata yang amat berharga, hiasan yang amat menawan,peneguh yang amat kokoh. Istri yang Sholehah berbalut ilmu,berselimut akhlak, istri yang sholehah menembus qolbu karena semua yang dia lakukan berasal dari ketulusan hati,dari keikhlasan jiwa. Istri yang Sholehah adalah rizki yang tak ternilai dari ALLAH, yang menggenggam segala kemuliaan pemberi segala kebahagiaan. istri yang Sholehah berbalut ilmu,berselimut akhlak, istri yang sholehah menembus qolbu karena semua yang dia lakukan berasal dari ketulusan hati,dari keikhlasan jiwa.

“Dan barangsiapa yang menta’ati Allah dan Rasul-Nya mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi ni’mat Allah yaitu Nabi-nabi, para shiddiqin, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang shaleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya”

Yaa Rabb…
Jadikanlah isteriku isteri yang taat menjalankan perintah-Mu, dan tegas meninggalkan larangan-Mu.
Jadikanlah ia isteri yang taat kepadaku dalam perjalanan menggapai ridho-Mu.
Jauhkanlah ia dari sifat-sifat buruk dan bejat, dari sifat ujub dan khianat, dari sifat dzhalim dan fasik,
dan sifat-sifat yang mendatangkan murka-Mu.
Jadikanlah ia isteri shalehah, sebaik-baik perhiasan dunia bagiku.
Jadikanlah ia sahabat terbaikku dalam mengarungi hidup dan kehidupan ini.
Jadikanlah ia sahabat terbaikku dalam menuntut ilmu.
Menjadi guruku. Menjadi muridku. Menjadi teman belajarku. Menjadi rekan sejawatku dalam berlomba-lomba di jalan kebaikan.

Yaa Rabb…
Jadikanlah aku imam bagi keluargaku.
Imam yang adil dan mengajak kepada jalan yang Engkau ridhoi.
Bimbinglah aku dalam memimpin. Tegurlah aku dikala lalai dari tanggung jawabku,
dengan teguran Rahman dan Rahim-Mu. Jauhkanlah aku dari sifat-sifat buruk dan bejat, dzhalim dan fasik,
dari sifat ujub dan khianat, dan dari segala sifat yang mendatangkan mudharat dan murka-Mu.
Kuatkanlah keimananku, sebagai obor penerang bagi keluargaku dalam mengarungi gelapnya kehidupan akhir zaman ini.
Bimbinglah kami

Yaa Rabb…
Ampunilah dosa-dosa kami sebelum dan sesudah hari pernikahan kami.
Baik yang kami sadari maupun yang tidak kami sadari. Ampunilah dosa Ibu dan Bapak kami.
Ampunilah dosa saudara-saudara kami. Ampunilah dosa kerabat-kerabat kami. Ampunilah dosa sahabat-sahabat kami.
Ampunilah dosa guru-guru kami. Ampunilah dosa seluruh kaum muslimin dan muslimat, baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal.

Yaa Rabb…
Karuniailah kami keturunan yang shaleh dan shalehah.
Anak-anak yang taat menjalankan perintah-Mu dan tegas meninggalkan larangan-Mu.
Anak-anak yang berbakti kepada kedua orangtuanya.
Karuniailah kami keturunan yang akan teguh memperjuangkan tegaknya dien-Mu di bumi ciptaan-Mu ini.

Yaa, Rabb…
Karuniailah kami keturunan yang menggenggam erat sunnah Rasul-Mu.
Memperjuangkan kembalinya kehidupan Islam di persada bumi ini.
Generasi yang siap mengorbankan segala yang ada padanya untuk mempertahankan aqidahnya,
memperjuangkan al-Haq dan mengingkari al-bathil.

Robbanaa aatinaa fid dunyaa hasanah wa fil aakhiroti hasanah waqinaa ‘adzaaban naar… Allohummaghfirlanaa bikaroomika ajma’iiin, watubuwazaqi wa’fu ‘an man yaquulu aamiiin aamiiiin aaamiiin…. Washollollohu ‘alaa sayyiidinaa Muhammad wa ‘alaa aalihi ajma’iiin Walhamdulillahi robbil ‘aalamiiin….

Categories: Mutiara Hati

sad time, bad time face

September 26, 2011 1 comment

Harapan demi harapan, senang sedih, tawa dan tangis tidak akan pernah hilang dari kehidupan kita, kita semua berjuang demi sebuah harapan, senang saat kita bahagia terhadap apa yang kita raih, sedih jika semua tidak sesuai dengan harapan kita, tapi apakah kita bisa tetap tawadhu disaat rahmat yang ada adalah kebahagiaan atau terus jadi kufur atas semua nikmatNya, sebaliknya saat kita sedih, kita lebih mendekatkan diri kita kedapa Allah SWT, apa lebih membuatNya murka dengan kesombongan kita.

terngiang ucapan syair indah dari seorang ayah, seorang inspirator, sebuat bait indah,

Sering kali aku berkata, ketika orang memuji milikku,
bahwa sesungguhnya ini hanya titipan
Bahwa mobilku hanya titipan Nya, bahwa rumahku hanya titipan Nya,
bahwa hartaku hanya titipan Nya
Tetapi, mengapa aku tidak pernah bertanya, mengapa Dia menitipkan padaku?
Untuk apa Dia menitipkan ini padaku?
Dan kalau bukan milikku, apa yang harus kulakukan untuk milik Nya ini?
Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yg bukan milikku?
Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu diminta kembali oleh
Nya?
 
Ketika diminta kembali, kusebut itu sebagai musibah,
kusebut itu sebagai ujian, kusebut itu sebagai petaka,
kusebut dengan panggilan apa saja yang melukiskan bahwa itu adalah derita
Ketika aku berdoa, kuminta titipan yg cocok dengan hawa nafsuku,
aku ingin lebih banyak harta, lebih banyak mobil, lebih banyak rumah,
lebih banyak popularitas, dan kutolak sakit, kutolak kemiskinan.
Seolah semua “derita” adalah hukuman bagiku
Seolah keadilan dan kasih Nya harus berjalan seperti matematika:
“aku rajin beribadah, maka selayaknyalah derita menjauh dariku,
dan nikmat dunia kerap menghampiriku
Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang, dan bukan kekasih
Kuminta Dia membalas “perlakuan baikku” dan
menolak keputusan Nya yang tak sesuai keinginanku,
Gusti, padahal tiap hari kuucapkan, hidup dan matiku hanyalah untuk
beribadah…
“Ketika langit dan bumi bersatu, bencana dan keberuntungan sama saja”
 (WS Rendra)

sajauh mana kita sudah bersyukur, mendekat ketika kita sedih dan penuh masalah & lupa ketika kita tertawa bahagia, bahagia atau sedih semua adalah ujian Allah SWT untuk kita jangan pernah takut untuk bahagia atau sedih sob, dihitungan batas umur kita akan ada banyak tawa dan tangisan tapi masing-masing dari kita akan menemukan cara kita sendiri untuk bersyukur.

“Siapa yang menjaga kehormatan dirinya—dengan tidak meminta kepada manusia dan berambisi untuk beroleh apa yang ada di tangan mereka—Allah l akan menganugerahkan kepadanya iffah (kehormatan diri) Siapa yang merasa cukup, Allah  akan mencukupinya  (sehingga jiwanya kaya/merasa cukup dan dibukakan untuknya pintu-pintu rezeki).  Siapa yang menyabarkan dirinya, Allah akan menjadikannya sabar.  Tidaklah seseorang diberi pemberian yang lebih baik dan lebih luas daripada kesabaran.

” (HR. Al-Bukhari no. 1469 dan Muslim no. 2421)

“Ya Tuhanku, tunjukkanlah kepadaku bagaimana mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu-bapakku. Jadikanlah amal perbuatanku sesuai dengan keridhaanMu dan berikanlah kebaikan kepadaku berkelanjutan sampai kepada anak-cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepadaMu, dan aku adalah orang yang berserah diri. (Al-Ahkaf: 15).

semoga kita jadi orang yang senantiasa bersyukur dalam segala kondisi kehidupan kita, Amiiin allahumma Amiiin.

wallahualam…

Categories: Brave Heart

Wa’alaika natawakkalu wa ilaikannasyuuru

June 21, 2011 1 comment

Duhai Rabb,
Alhamdulillahirabbilalamin karena bimbingan-Mu diri ini masih dapat melalui hari-hari dengan bernafas lega, dengan senyum optimis,dengan asa dan cita yang masih bertumpuk.

Allahummahfadznii min baini yadayya wamin kholfii wa’an yamiinii, wa’an syimaalii, wamin fauqii. Wa ‘audzu bi’adzomatika an ughtaala min tahti.

Wahai Allah jagalah aku dari depanku, dari belakangku, dari kananku, dari kiriku ,dari atasku dan aku berlindung dengan keagungan-Mu dari pada kejahatan yang datang dari bawahku (fitnah dari bumi/ sihir).

Wa’alaika natawakkalu wa ilaikannasyuuru…
Dan kepada-Mu kami bertawakal dan kepadaMu pula kami akan kembali

Yaa Rabb, Ijinkan hamba untuk bisa selalu mencintaiMu serta melaksanakan perintahMu secara sempurna,
dan ijinkan hamba untuk bisa menunjukkan keindahan ayat-ayatMu melalui kata dan perilakuku.
Amien.

Categories: Mutiara Hati

Ya Rabbku, lapangkanlah untukku dadaku

March 23, 2011 3 comments

Rabbanaa aatinaa min ladunka rahmatan wa hayyi’lanaa min amrinaa rasyadan.

Wahai Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami. (AL Kahfi:10)

untaian apa lagi yang akan terlontar, seperti berlalu sejenak,dan aku yang semakin jauh
ketika cinta adalah sebuah perjuangan, Kasih sayang dan petunjuk masih terjerat dengan dinding ini,
hmmm…air mata rasanya sudah kering, namun kadang tak jua berhenti mengalir

pagi ini, masih berselimut balutan sarung saat dhuha
Ya Rabbku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku (QS. Thoha 25-28)

rasanya begitu lurus lidah ini berkata kuat, namun teramat rapuh saat mengahadapinya
rasanya begitu fasih kita melafazkan kalimat penenteram hati, namun hati sendiri terkadang galau

jadi begitu bodoh ketika bertemu dengan kalimat “CINTA”

Ya Allah, berilah aku cinta-Mu dan cinta orang-orang yangmencintai-Mu, serta segala yang mendekatkanku pada cinta-Mu. Ya Allah, jadikan segala rezeki yang Engkau karuniakan dari apa-apa yang aku sukai, kekuatan bagiku yang dapat aku pergunakan dalam mencintai-Mu. Ya Allah, jangan jadikan apa yang kumiliki itu selalu ada di sekitarku, ambillah ia untuk apa yang Engkau sukai.”

seperti aku mencintai-MU disetiap degupan jantung, dan denyutan nadi
hatiku milik-MU, lidungi hamba-Mu ya Rabb…

Rabbi zidni Ilma warzuqni fahma, amiiin…

Categories: Brave Heart

Lisan Taqwa

October 28, 2010 Leave a comment

Maka ku coba..

kuhapus air mata bukan dengan sapu tangan, karna hanya sebuah benda
dia takan mampu menyembunyikan sembabnya..
tapi aku hapus tiap tetesnya dengan wudhu yang menyejukan,
berharat tiap bercak noda dihati ikut luluh dan tersapu…

“tiada suatu ucapanpun yang diucapkan, melainkan ada di dekatnya malaikat
pengawas yang selalu hadir ” (QS Qaaf : 18)

lisan ini, semoga tidak tersemai racun
aku pasang pembatas ini dengan hamparan ‘hijab’ syariat
dengan ilmu penwar hati, dalam lingkaran majelis dzikir

“kuffa alaika hadza waakhodza bilisaninnafsihi”

lisan ini akan ku jaga,
semoga di jauhkan dari diri perbuatan dan perkataan yang tiada berguna

lisan ini semoga jadi jalan taqwa kepada-MU
sebuah petanda kesetiaan yang sejujurnya,bukan pada dahi kami
sebagai petanda sujud, namun di bait-baitMU kan kusemai hingga tumbuh
merangkai namaMU…

Categories: Mutiara Hati